Perbanas Institute kembali menorehkan prestasi akademik dengan dikukuhkannya Prof. Dr. Sri Wahyuni, S.E., M.M. sebagai Guru Besar dalam bidang Ilmu Tetap Fakultas Ekonomi dan Bisnis dalam Sidang Terbuka Senat Akademik yang diselenggarakan di Kampus Perbanas Institute, Jakarta. Dalam pidato ilmiahnya yang disampaikan saat acara pengukuhan, Prof. Sri Wahyuni mengangkat tema yang relevan dan visioner: “Keberlanjutan Merek dan Nilai Religius di Era Perubahan Iklim”.
Di tengah ancaman nyata perubahan iklim yang semakin kompleks, Prof. Sri Wahyuni menyoroti pentingnya peran merek dalam menciptakan nilai jangka panjang tidak hanya bagi perusahaan, tetapi juga bagi lingkungan dan masyarakat luas. Ia menyampaikan bahwa perusahaan masa kini dituntut tidak hanya sekadar fokus pada keuntungan finansial, tetapi juga harus mampu menunjukkan komitmen terhadap keberlanjutan (sustainability). Dalam konteks ini, keberlanjutan merek menjadi kunci agar konsumen tetap setia dan perusahaan tetap relevan dalam jangka panjang.
Dalam sambutannya, Prof Harya menyampaikan bahwa pengukuhan ini bukan hanya pengakuan akademik atas prestasi Prof Sri Wahyuni, tetapi juga bentuk komitmen institusi dalam mendukung penelitian-penelitian berbasis lokalitas yang memiliki dampak global.
Pidato ilmiah Prof. Sri Wahyuni menjadi refleksi akademik yang mendalam sekaligus seruan moral bagi dunia bisnis dan pendidikan tinggi. Ia menekankan pentingnya peran institusi pendidikan dalam mendorong lahirnya pemimpin bisnis masa depan yang memiliki kesadaran lingkungan dan berlandaskan nilai-nilai etika serta spiritualitas.
Pengukuhan ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan akademik Prof. Sri Wahyuni dan memperkuat posisi Perbanas Institute sebagai institusi pendidikan yang berkomitmen pada keunggulan ilmiah, relevansi sosial, dan kepedulian terhadap isu-isu global.
Selamat dan sukses kepada Prof. Dr. Sri Wahyuni, S.E., M.M. atas pengukuhannya sebagai Guru Besar. Semoga ilmu dan kontribusinya terus menjadi inspirasi bagi dunia akademik dan praktisi bisnis di Indonesia.