Promosi Doktor, Bapak Endri di Universitas Indonesia

14 Januari 2010

Bapak Dr. Endri, M.A., M.M., sebagai sebagai staf pengajar Magister Manajemen di ABFI Institute Perbanas Jakarta, berhasil meraih gelar Dokter Ekonomi dengan kekhususan Manajemen Keuangan, yang mengambil judul disertasinya “Integrasi Pasar saham di Negara Asean-5: Aplikasi Model Structural VAR. Dengan mempertahankan disertasinya atas keberatan para pengujinya, yang berlangsung Rabu, 23 Desember 2009 siang di Gedung Pusat Antar Universitas (PAU) Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI) di kampus Depok.

Bertindak sebagai promotor Prof. Akhmad Syakhoza, Ph.D. dengan Ko-promotor Bambang Hermanto, Ph.D. dan Prof. Dr. Adler H Manurung, S.E., M.Com., M.E., S.H., serta penguji Prof. Dr. Soeroso, Dr. Irwan Adi Ekaputra, Dr. Cynthia Afriani, Dr. Buddi Wibowo, dan Dr. Andi Irawan. Sidang promosi doktor dipimpin langsung oleh Firmanzah, S.E., M.M., Ph.D. selaku Dekan Fakultas Ekonomi UI. Hasil yudisium dengan nilai “Sangat Memuaskan” telah diperoleh pria yang pernah menjadi pemenang ke-2 untuk Best Paper Award Journal of Indonesian Economy and Business (JIEB) 2009.

Derajat integrasi pasar saham negara-negara ASEAN-5 berdasarkan uji kointegrasi baik secara bivariat maupun multivariat menunjukkan hasil yang masih rendah. Pasar saham ASEAN-5 hanya terkointegrasi dengan satu vektor signifikan selama periode sebelum krisis. Dengan memasukkan pasar saham AS dan Jepang dalam pengujian kointegrasi maka hal tersebut dapat meningkatkan derajat integrasi pasar saham ASEAN-5. Masalah inilah yang diangkat oleh Endri pada disertasinya yang berjudul “Integrasi Pasar Saham di Negara ASEAN-5: Aplikasi model Structural VAR.” Penelitiannya tersebut  berusaha untuk menginvestigasi integrasi pasar saham di Negara-negara kawasan ASEAN-5 yang tergolong ke dalam pasar saham yang sedang berkembang, yaitu Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, dan Fhilipina dan mengaitkannya dengan pengaruh pasar saham kuat dunia yaitu pasar saham AS dan  pasar saham Jepang yang keduanya tergolong pasar saham yang yang telah maju. Penelitian ini dilakukan dengan mengaplikasikan kerangka Model SVAR dengan analisis yang terdiri dari: Uji kointegrasi. Struktur hubungan contemporaneous, impulse response function, dan forecast error variance decompositions untuk mendeteksi dan mengidentifikasi hubungan dinamis jangka panjang (kointegrasi) dan hubungan dinamis jangka pendek pasar saham ASEAN-5 aplus AS dan Jepang dsebelum dan sepanjang krisis keuangan global.

Endri menyelesaikan pendidikan S1 Ilmu Ekonomi dan studi pembangunan di Fakultas Ekonomi Universitas Bung Hatta, Padang kemudian melanjutkan pendidikan masternya di masteral program (MA in Health Economics), School of Economics, University of The Philippines, Diliman, Quezon City, Filipina dan Program magister Bidang Studi Ilmu Ekonomi Kekhususan Keuangan Internasional, Pasca Sarjana Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Selain aktif sebagai peneliti, Endri juga banyak menulis untuk jurnal yang telah terakreditasi secara Nasional maupun Internasional. Salah satu jurnalnya yang telah terakreditasi secara internasional adalah Strengthening Financial System Stability Through Enchancing Intermediery Function and Efficiency of Regional Development Bank, Journal of Indonesian Economy and Business (JIEB), Vol. 24, No. 1, Januari 2009.

Temuan empiris dalam penelitian ini memberikan implikasi terhadap teori portofolio modern yang menganjurkan kepada investor untuk mendiversifikasi asetnya pada pasar saham antar negara jika derajat integrasinya masih rendah atau tidak saling terkointegrasi. Oleh karena itu, bagi investor internasional dengan horison investasi jangka panjang dan strategi manajemen portofolio pasif masih dimungkinkan untuk memperoleh manfaat potensial dari diversifikasi jika membentuk portofolio internasional dalam pasar saham ASEAN-5. Menurut pria yang saat ini beraktivitas sebagai Dosen Program Magister Manajemn (MM) ABFI Institut Perbanas, penelitian ini juga membawa implikasi bagi pengambil kebijakan baik ditingkat domestik maupun regional bahwa penyatuan (integration) pasar saham ASEAN sangat efektif dilakukan untuk memperkuat daya tahan (immunity) struktur pasar saham dari pengaruh gejolak eksternal, terutama yang bersumber dari krisis keuangan yang terjadi di AS.

Perbanas Institute Logo