Wisuda I ABFI Institut Perbanas | PERBANAS INSTITUTE --> Wisuda I ABFI Institut Perbanas | PERBANAS INSTITUTE

Wisuda I ABFI Institut Perbanas

ABFI Institut mewisuda lulusannya sebanyak 1.097 orang terdiri dari:

D3 Akuntansi 28 orang
D3 Manajemen 25 orang
D3 Komputerisasi Akuntansi 24 orang
S1 Akuntansi 414 orang
S1 Manajemen 392 orang
S1 Teknik Informatika 45 orang
S1 Sistem Komputer 4 orang
S1 Sistem Informasi 146 orang
Pasca Sarjana 19 orang

Nicodemus Simu, SE., MM (Ketua Panitia) berpesan bahwa Wisuda bukan merupakan akhir dari suatu proses pendidikan, namun sebagai awal dari sebuah tanggung jawab pada diri sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.

Dalam acara wisuda yang dihadiri orangtua wisudawan, pengurus Yayasan Pendidikan Perbanas, dan para dosen tersebut, Koordinator Kopertis Wilayah III Bapak Prof. Dr. Haryoto Kusnoputranto, SKm, Dr.PH mengatakan bahwa dalam menghadapi tantangan persaingan yang semakin ketat maka, kebijakan dan arah pengembangan pendidikan tinggi ke depan harus dapat merespon berbagai tantangan baik dari dalam maupun dari luar. Perguruan tinggi dituntut agar dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan dan pemanfaatan potensi SDM yang ada secara optimal, dilain pihak terus berupaya untuk meningkatkan pelayanan dalam rangka menghadapi “Asian Economic Community 2015″. Dengan demikian proses pendidikan tinggi tidak hanya menekankan pada penguasaan iptek, tetapi juga harus memperhatikan kualifikasi dan profesionalisme kebutuhan dunia kerja di tingkat nasional, regional, maupun internasional.

Dalam rangka memberikan pembekalan bagi para wisudawan, Prof. Dr. Adrianus Mooy dalam pidato ilmiahnya berjudul Strategi membangun perbankan Indonesia dalam menghadapi ASEAN Economic Community di tahun 2015 mengatakan dikebanyakan negara berkembang termasuk Indonesia, pada awalnya sektor keuangan masih lemah, sehingga keuangan negara masih memegang peranan yang penting terutama pada tahap-tahap awal pembangunan. Setelah krisis, pelbagai langkah restrukturisasi perbankan ditempuh oleh Pemerintah dengan biaya yang mahal untuk menyehatkan perbankan Indonesia. Sekarang perbankan Indonesia sudah lebih kuat dengan PLN (Non-Performing Loans) yang relatif rendah, CAR (Capital Adequacy Ratio) yang lebih tinggi, dan tingkat keuntungan yang lebih tinggi, tetapi masih ada hal-hal yang memprihatinkan. Pertemuan puncak negara-negara ASEAN di Singapura pada bulan November 2007 memutuskan untuk mengikuti jejak negara-negara Eropa dengan melakukan kesepakatan untuk membentuk ASEAN Economic Community di tahun 2015. Terbetuknya ASEAN Economic Community tersebut merupakan suatu loncatan yang penting bagi para negara anggotanya dalam mengahapi era globalisasi. Pembentukan ASEAN Economic Community di tahun 2015 tersebut tidaklah setara dengan European Economic Community di tahun 1957, tetapi lebih banyak memiliki kemiripan dengan pembentukan Pasar Tunggal Eropa di tahun 1992. Jika demikian halnya, maka pembentukan AEC tersebut merupakan suatu lompatan jauh yang juga memiliki implikasi luas kepada perbankan Indonesia di tahun 2015.

Dari seluruh wisudawan terdapat 9 orang peraih predikat lulusan terbaik, mereka adalah:

D3 Akuntansi Tri Utami Wahyuningsih IPK 3,80
D3 Manajemen Pratiwi Fajar Murniandari IPK 3,20
D3 Komp. Akuntansi Novita Anggraini IPK 3,66
S1 Akuntansi Endah Wahyuningraini IPK 3,86
S1 Manajemen Novi Hesti IPK 3,72
S1 Teknik Informatika Herbinton Baktiar Simarmata IPK 3,70
S1 Sistem Komputer Hanika Ilham IPK 3,28
S1 Sistem Informasi Nia Angga Ratnafitri IPK 3,76
Pasca Sarjana Roulando Bismark Pasaribu IPK 3,57

Seluruh wisudawan terbaik Diploma Tiga mendapat beasiswa studi lanjut ke Program Stara Satu ABFI Institut Perbanas dan wisudawan terbaik Strata Satu mendapatkan beasiswa studi lanjut ke Program Magister Manajemen ABFI Institut Perbanas Jakarta, sedangkan bagi wisudawan terbaik Pasca Sarjana mendapatkan beasiswa untuk mengikuti kursus Financial Risk Management yang diselenggarakan oleh Program Pasca Sarjana ABFI Institut Perbanas.